Praktikum Api Di Tangan Tanpa Terbakar

Praktikum kali ini akan membahas tentang api yang terbakar di tangan, namun tangan kita tidak bisa terbakar atau tidak merasakan panas. Namun Demikian selalu untuk berhati hati dengan api, sehingga praktikum kali ini berjalan lancar.

Praktikum Api Di Tangan Tanpa Terbakar
Praktikum Api Di Tangan Tanpa Terbakar

Sebelum memauki pratikum, kita bahas Pengertian Api dan Reaksi Kimia secara singkat agar di pratekum nanti diharapkan lebih memahami dan mendalami proses api dan reaksi kimia yang dihasilkan.

A. Pengertian Api, Apa itu Api? 

Berikut ini adalah pengertian api secara sederhana yang terbagi menjadi dua:

  1. Api (bahasa Indonesia): Dalam bahasa Indonesia, "api" adalah elemen kimia yang dapat menyebabkan pembakaran. Api adalah hasil dari proses pembakaran yang melibatkan panas, cahaya, dan gas.
  2. Api (bahasa Inggris): "Api" dalam bahasa Inggris adalah "fire". Ini mengacu pada proses pembakaran yang menghasilkan panas, cahaya, dan gas. Api adalah fenomena fisik yang terjadi ketika bahan terbakar seperti kayu, minyak, atau gas bertemu dengan oksigen dan terjadi reaksi kimia yang memproduksi panas dan cahaya.

Apa rumus kimia Api?

Api, dalam konteks pembakaran dan reaksi kimia, tidak memiliki rumus kimia yang spesifik. Hal ini karena api sendiri bukanlah substansi kimia atau zat tertentu, melainkan merupakan hasil dari reaksi kimia pembakaran yang terjadi antara bahan bakar (seperti kayu, gas, atau minyak) dengan oksigen.

Namun, jika Anda ingin mengetahui bahan bakar tertentu yang sering kali menghasilkan api, berikut adalah beberapa contoh rumus kimia untuk beberapa bahan bakar umum:
  • Kayu: Rumus kimia umum untuk kayu adalah kompleks karena kayu terdiri dari berbagai senyawa organik. Komponen utama kayu adalah selulosa (C6H10O5)n, hemicellulose, dan lignin. Namun, rumus kimia spesifik untuk kayu bergantung pada jenis kayu yang dimaksud.
  • Propana: Rumus kimia untuk propana adalah C3H8. Propana adalah gas alifatik yang umum digunakan sebagai bahan bakar dalam tangki gas, seperti yang digunakan dalam memasak atau pemanas.
  • Metana: Rumus kimia untuk metana adalah CH4. Metana adalah gas alam yang banyak ditemukan dalam sumber daya alam seperti ladang gas alam. Ini juga merupakan komponen utama dalam gas rumah kaca.
  • Bensin: Bensin adalah campuran kompleks hidrokarbon yang terdiri dari berbagai senyawa seperti heksana, heptana, oktana, dan lainnya. Rumus kimia yang tepat untuk bensin tergantung pada komposisi spesifik campuran tersebut.
Setelah mengetahui sedikit tentang Api, selanjutnya kita pratikum tentang Api.

B. Reaksi Kimia

Apa itu Reaksi Kimia?

Reaksi kimia adalah perubahan zat-zat kimia menjadi zat-zat baru yang melibatkan pembentukan atau pemutusan ikatan kimia. Dalam suatu reaksi kimia, zat-zat awal yang disebut reaktan bereaksi satu sama lain untuk menghasilkan zat-zat baru yang disebut produk.

Reaksi kimia terjadi ketika reaktan bertemu dengan kondisi tertentu, seperti suhu, tekanan, atau kehadiran katalis. Reaksi kimia dijelaskan menggunakan persamaan reaksi, yang menunjukkan reaktan di sisi kiri panah dan produk di sisi kanan panah. Persamaan reaksi kimia juga mencakup koefisien stoikiometri, yang menunjukkan rasio mol antara reaktan dan produk.

Contoh reaksi kimia sederhana adalah reaksi pembakaran, di mana reaktan (misalnya, bahan bakar dan oksigen) bereaksi untuk menghasilkan produk berupa gas dan panas. Contoh lainnya termasuk reaksi redoks (reduksi-oksidasi), reaksi asam-basa, reaksi pengendapan, dan reaksi pelarutan.

Reaksi kimia memiliki hukum kekekalan massa, yang menyatakan bahwa massa total reaktan harus sama dengan massa total produk. Selain itu, reaksi kimia juga dapat mengikuti hukum kekekalan energi, yang mengatakan bahwa energi total dalam suatu sistem terjaga selama reaksi kimia.

Reaksi kimia merupakan dasar untuk memahami perubahan zat dan proses kimia yang terjadi di alam maupun dalam laboratorium. Studi reaksi kimia membantu kita memahami sifat dan perilaku zat-zat, serta memungkinkan pengembangan berbagai aplikasi, seperti sintesis senyawa, produksi energi, industri farmasi, dan banyak lagi.

Praktikum Api Di Tangan Tanpa Terbakar

Hal yang harus dipersiapkan dalam Praktikum Api Di Tangan Tanpa Terbakar adalah sebagai berikut :

Bahan dan Alat :

Bahan Praktikum Api Di Tangan Tanpa Terbakar Foto
Gambar 1
  • Baskom berisi Air secukupnya
  • Gasolin
  • Lilin dan Korek Api.
  • Batang Pengaduk
  • Sabun Cuci Piring Cair

Langkah - langkah

1. Tuangkan sabun cuci piring kedalam baskom yang berisi air kurang lebih 3 sendok makan.
2. Aduk aduk menggunakan batang pengaduk sampai rata/timbul gelembung
3. Setelah itu, Masukan Gasolin dengan cara menjungkirkan dan benamkan ujung atas gasoline dan tekan kebawah sampai gasoline keluar secukupnya saja/Sampai keluar busa putih, jangan banyak banyak.
Masukan Gasoline kedalam Baskom Foto
Gambar 2
4. Setelah terbentuk busa putih di baskom, langkah selanjutnya adalah pratikum membakar busa tersebut. 

Pratikum Pertama.

Untuk pratikum pertama, kita akan mengetes terlebih dahulu bahan campuran yang telah kita campur tersebut apakah bisa terbakar jika didekatkan dengan api.

Caranya dengan menaruh sedikit busa diatas permukaan lempengan yang tahan panas, usahakan praktikum ini jauhkan dari bahan bahan yang mudah terbakar. Setelah itu nyalakan lilin dengan korek api lalu dekatkan ke busa, dan lihat apa yang terjadi Lihat Gambar 3
Pratikum pembakaran api foto
Gambar 3
Pada gambar 3 terlihat pratikum berhasil, busa yang didekatkan api akan menyala. Bagaimana jika busa ditaruh ke tangan dan dibakar dengan lilin. Pertanyaanya apakah tangan akan terbakar, tangan merasakan panas? kita lanjut lagi ke prakterkum kedua.

Pratikum kedua

Pratikum kedua ini meletakan busa putih ke atas tangan kita. Langkah langkah :

Ambil busa didalam baskom dengan tangan sedikit saja, jangan banyak banyak lalu dekatkan bara api lilin ke busa ditangan, lalu apa yang akan terjadi. Lihat gambar 4.
Menaruh busa ke tangan foto
Gambar 4
Pada Gambar 4 terlihat tangan seperti terbakar dan mengeluarkan api, namun tidak merasakan panas. 
Setelah itu tambahkan lagi 1 sendok teh sabun cair kedalam baskom lalu aduk dan tambahkan lagi gasolin lebih banyak dari semula kedalam baskom dan aduk.

Setelah itu ambil sedikit busa diatas permukaan tangan kita lalu nyalakan dengan lilin api apa yang akan terjadi. Lihat Gambar 5.
Busa dengan gasolin yang banyak tangan akan terasa panas
Gambar 5
Gambar 5 menunjukan campuran sabun cuci dan gasolin yang lebih banyak akan menghasilkan api yang lebih besar dan tangan merasakan panas yang tinggi.

Disclaimer
Jadi, Pratikum ini cukup berbahaya, dianjurkan dengan pengawasan pembimbing, agar pratikum ini berjalan lancar.

Pertanyaan dan Jawaban

Kenapa peristiwa pembakaran itu bisa terjadi dalam praktek diatas?
Gasolin menandung zat butana dengan rumus kimianya (C4H10) yang merupakan gas alam/ bagian komponen dari bensin.
Saat api menyambar busa, maka akan terjadi pembakaran gas Butana (C4H10) dan bereaksi dengan Oksigen membentuk CO2 dan H2O  sehingga menyebabkan pembakaran dengan persamaan reaksi kimia:
2 C4H10  + 13 O2 =====> 8 CO2 + 10 H2O

Apa Itu Butana (C4H10)?
Butana (C4H10) adalah salah satu jenis hidrokarbon alifatik jenuh yang termasuk dalam kelompok alkana. Rumus kimia butana menunjukkan bahwa setiap molekul butana terdiri dari empat atom karbon (C) dan sepuluh atom hidrogen (H).

Struktur butana terdiri dari rantai karbon yang terdiri dari empat atom karbon yang dihubungkan oleh ikatan tunggal. Dalam butana, setiap atom karbon memiliki ikatan dengan atom hidrogen untuk menghasilkan molekul yang jenuh dengan atom hidrogen.

Butana memiliki sifat fisik yang menarik sebagai bahan bakar. Pada suhu dan tekanan standar, butana berwujud gas. Namun, butana dapat dikondensasikan menjadi cairan dengan menurunkan suhu dan meningkatkan tekanan.

Butana sering digunakan sebagai bahan bakar dalam tabung gas (LPG) yang digunakan untuk memasak, pemanas, dan keperluan industri. Hal ini karena butana memiliki sifat pembakaran yang baik dan memberikan energi tinggi ketika terbakar.

Selain butana, terdapat juga isomer pentana yang dikenal sebagai isobutana (C4H10). Isobutana memiliki struktur dengan rantai karbon yang memiliki cabang dan dapat ditemukan dalam bensin dan tabung gas sebagai komponen penting.

Apa itu Bensin?
Bensin adalah campuran kompleks hidrokarbon yang digunakan sebagai bahan bakar dalam mesin pembakaran dalam. Secara umum, bensin terdiri dari campuran hidrokarbon alifatik dan aromatik dengan jumlah atom karbon yang berbeda.

Berikut ini adalah beberapa komponen umum yang dapat ditemukan dalam bensin:

  • Alkana: Termasuk dalam kelompok hidrokarbon jenuh, seperti metana (CH4), etana (C2H6), propana (C3H8), butana (C4H10), pentana (C5H12), dan heksana (C6H14). Komponen ini memberikan sifat volatilitas dan sifat pembakaran yang baik pada bensin.
  • Aroma: Termasuk dalam kelompok hidrokarbon aromatik, seperti benzena (C6H6), toluena (C7H8), dan xylene (C8H10). Komponen ini memberikan sifat anti-knock (ketahanan terhadap ketukan) dan meningkatkan oktan rating bensin.
  • Olefin: Termasuk dalam kelompok hidrokarbon tak jenuh, seperti etilena (C2H4) dan propilena (C3H6). Komponen ini dapat meningkatkan kualitas pembakaran dan meningkatkan kinerja mesin.
  • Senyawa oksigen: Beberapa senyawa yang mengandung oksigen, seperti etanol (C2H5OH) atau metanol (CH3OH), dapat ditambahkan ke bensin sebagai aditif untuk meningkatkan kualitas pembakaran.
Selain komponen-komponen tersebut, bensin juga dapat mengandung aditif tambahan seperti bahan pembersih injektor, zat antioksidan, penambah oktan, dan stabilizer. 

Harap dicatat bahwa komposisi bensin yang spesifik dapat berbeda dari satu merek atau produsen ke produsen lainnya, serta dapat disesuaikan dengan regulasi dan standar emisi di masing-masing negara.
Jaya Kusuma
Jaya Kusuma Saya adalah Mbah Jaya, seorang penasehat ulung dan seorang penulis yang telah berpengalaman dibidangnya dari tahun 2010. Pengalaman ini saya sharingkan dalam bentuk blog. Semoga apa yang saya tulis bermanfaat untuk para pembaca di seluruh Dunia.