Kekhawatiran Bahasa Daerah Yang Terancam Punah

Tahukah anda bahwa ada empat bahasa daerah yang tercatat di Indonesia dalam kondisi kritis/terancam punah ,serta ada 18 bahasa yang terancam punah. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah melakukan penelitian yang bertujuan memetakan dan melindungi berbagai bahasa daerah di Indonesia yang dilaksanakan dari tahun 1991s/d 2023.
Diseminasi Program Prioritas Kebahasaan dan Kesastraan
Diseminasi Program Prioritas Kebahasaan dan Kesastraan

Bahasa Daerah Yang Terancam Punah

Empat Bahasa yang kritis

Hasil penelitian itu menyebutkan bahwa ke-empat bahasa daerah ini kritis /kondisinyasangat terancam punah diantaranya :
  1. Bahasa Reta yang berasal dari Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. 
  2. Bahasa Saponi yang berasal dari Kabupaten Waropen, Papua. 
  3. Bahasa Ibo yang berasal dari Kabupaten Halmahera Barat dan yang terakhir
  4. Bahasa Meher yang berasal dari Pulau Kisar, Maluku.

Delapan Belas Bahasa terancam punah

Berikut Delapan belas bahasa daerah dalam kondisi terancam punah yang terdiri dari :
  • 9 bahasa daerah yang berasal dari Provinsi Papua (Namla, Mander, Usku, Maklew/ Bku, Mansim Borai, Dubu, Irarutu, Makleu, Podena), 
  • 4 bahasa daerah yang berasal dari Sulawesi (Konjo, Sangihe Talaud, Ponosakan/Ponosokan, dan Minahasa/Gorontalo).
  • 2 bahasa daerah yang berasal dari Sumatra (Bahasa Lematang dan Bahasa Bajau Tungkal). 
  • 2 bahasa daerah yang berasal dari Maluku (Bahasa Hulung, serta Bahasa Samasuru. 
  • 1 bahasa daerah yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (Bahasa Nedebang).

Penyebab Bahasa Daerah Yang Terancam Punah

Para orang tua sekarang mengharuskan Bahasa Indonesia kepada anak anaknya dari pada Bahasa Daerah, hal ini disebabkan kerana jika si anak tidak bisa berbahasa Indonesia akan dikucilkan di sekolah. 

Itulah salah satu keluh kesah salah seorang Guru yang hadir dalam diskusi publik yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Sanggau (Senin, 8 Mei 2023).

Masalah lainnya yaitu Perkawinan beda suku yang berbeda bahasa, yang menyebabkan setiap harinya para orang tua harus berbahasa Indonesia, sehingga anaknya pun dari kecil diajarkan berbahasa Indonesia.

Tuntutan zaman, Para orang tua lebih suka mengajarkan Bahasa Inggris dari pada bahasa daerah atau bahasa Indonesia, Karena Bahasa Inggris lebih mudah mendatangkan uang atau si anak akan disekolahkan ke Luar Negeri.

Bahasa Sakral, Masyarakat masih percaya bahwa Bahasa nenek moyang mereka jika diucapkan atau dipelajari akan mendatangkan mala petaka, karena bahasa itu menurut mereka adalah sebuah mantera yang sakral.

Lingkungan, Siapa saja, darimana asalnya jika dilahirkan dilingkungan yang beda suku, akan mengikuti bahasa yang kebayakan diucapkan sehari hari dilingkungan tersebut sehingga bahasa asal mereka justru tidak mereka ucapkan dalam keseharian mereka.

Desiminasi Program Prioritas Kebahasaan dan Kesastraan

Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Golkar Adrianus Asia Sidot menyatakan dalam wawancara dengan media di Gran Narita Hotel pada acara yang diselenggarakan Bahasa Provinsi Kalimantan Barat di Sanggau untuk tidak malu mengucapkan dalam keseharian dengan bahasa daerah.
Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Golkar Adrianus Asia Sidot
Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Golkar Adrianus Asia Sidot

"Bahasa daerah atau bahasa ibunya hilang, maka dengan sendirinya budaya budaya, sastara, karya seni, serta karakter masyarakatnya juga akan memudar, Oleh karena itu bahasa daerah sebagai bahasa ibu tidak boleh hilang dan merupakan bahasa yang penting, Jangan minder pakai bahasa daerah" Ucap Adrianus (Senin, 8 Mei 2023). 

Acara Diseminasi Program Prioritas Kebahasaan dan Kesastraan dengan tema Pelindungan Bahasa dan Sastra di Provinsi Kalimantan Barat diadakan di Aula Grand Narita Hotel Sanggau yang dibuka oleh Bupati Sanggau yang diwakilkan oleh Sekda Sanggau, Kukuh Triyatmaka menghadirkan Pembicara Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Golkar Adrianus Asia Sidot, Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalbar, Anang Santosa, serta sebagai moderator Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau, Alipius, dan peserta yang hadir diantaranya praktisi pendidikan, kepala sekolah, guru,tokoh masyarakat, Para Ketua Sanggar Budaya, Para Ketua Multi Etnis serta undangan lainnya.

Apa itu Diseminasi?

Diseminasi adalah kegiatan untuk mencari ide ide segar di berbagai tempat dan berbagai kalangan masyarakat sehingga tercipta inovasi dan solusi yang dapat merubah tindakan dan perilaku orang.

Acara Diseminasi Program Prioritas Kebahasaan dan Kesastraan diawali dengan pendaftaran para peserta dari pukul 06.30 - 08.00 WIB pagi dilanjutkan dengan Menyanyikan lagu Indonesia Raya, Pembacaan Doa, Sambutan, Penyampaian Materi oleh Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Golkar Adrianus Asia Sidot, Istirahat dan Makan Siang.

Nara Sumber dari Kiri Muntihanah, S.S.(Moderator),RM Bambang Budi RM., SH, dr. Grace Dirgahayu Tarigas Pabayo,Dwi Agus Erinita, M.Hum.
Nara Sumber dari Kiri Muntihanah, S.S.(Moderator),RM Bambang Budi RM., SH, dr. Grace Dirgahayu Tarigas Pabayo, Dwi Agus Erinita, M.Hum.

Acara dilanjutkan pada sesi kedua yaitu Diskusi Kelompok dan tanya jawab dengan Nara Sumber sebagai berikut :

Moderator: 

Muntihanah, S.S. Jabatan widyabasa ahli muda

Nara Sumber :

  1. RM Bambang Budi RM., SH  Jabatan Tim Ahli komisi X DPR RI
  2. dr. Grace Dirgahayu Tarigas Pabayo  Jabatan Tim Ahli komisi X DPR RI
  3. Dwi Agus Erinita, M.Hum. jabatan Koordinator Program Revitalisasi Bahasa Daerah

Peserta sepanjang acara antusias berdiskusi dan bertanya kepada para Nara Sumber yang ada, serta menyampaikan keprihatinan dan keluh kesah mereka tentang kekhawatiran Budaya bahasa Lokal yang semakin pudar di kalangan generasi milenial khususnya di Kabupaten Sanggau.

Foto Bersama

Foto Bersama Diseminasi Program Prioritas Kebahasaan dan Kesastraan
Foto Bersama Diseminasi Program Prioritas Kebahasaan dan Kesastraan
Foto Bersama Diseminasi Program Prioritas Kebahasaan dan Kesastraan
Foto Bersama Diseminasi Program Prioritas Kebahasaan dan Kesastraan
Jaya Kusuma
Jaya Kusuma Saya adalah Mbah Jaya, seorang penasehat ulung dan seorang penulis yang telah berpengalaman dibidangnya dari tahun 2010. Pengalaman ini saya sharingkan dalam bentuk blog. Semoga apa yang saya tulis bermanfaat untuk para pembaca di seluruh Dunia.