ITB 93 – Hendro Setyanto – Astronom Hati | MajalahCerdasCom

ITB 93 – Hendro Setyanto – Astronom Hati adalah video singkat yang menarik untuk keluarga, anak-anak, guru, maupun kalangan pengembang wisata edukasi alias pendidikan yaitu bermain sambil belajar. Pada video ini kita semua bisa memperdalam pengetahuan soal ITB 93 – Hendro Setyanto – Astronom Hati

Deskripsi Video

ITB 93 – Hendro Setyanto – Astronom Hati

Hendro Setyanto, lulusan ITB angkatan 1993 dari jurusan Astronomi, sempat bekerja di peneropongan bintang Boscha hingga kemudian mengembangkan “imahnoong” sebagai observatorium dan planetarium di Kampung Areng Lembang Bandung sejak tahun 2012.

Dengan Keberadaan imahnoong, Hendro mendekatkan sains dan budaya untuk masyarakat awam terutama anak-anak sekaligus menjadikan Kampung Areng sebagai Desa Edukasi, untuk mengembangkan masyarakat sekitar Lembang agar meningkat dari pekerja industri pariwisata untuk menjadi pelaku industri pariwisata.

Hendro, Astronom yang juga alumni Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, sering membantu Kementrian Agama terkait penentuan awal puasa dan lebaran.

Adaptive – Contributive – Passionate

#reuniperakitb93

——————

Sumber: http://jabar.tribunnews.com/2017/08/0…

Mengintip Benda Langit di Imah Noong Lembang, Berwisata Sambil Belajar Astronomi
Selasa, 8 Agustus 2017 20:16

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG – Selain terkenal melalui destinasi wisata pemandangan alam, penikmat kuliner, dan surga bagi pemburu fashion, Bandung juga menyediakan wisata edukasi, satu di antaranya adalah wisata pendidikan di Imah Noong atau Rumah Teropong.

Wisata edukasi ini berlokasi di Kampung Areng, Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Untuk menuju ke tempat ini sebaiknya bawa kendaraan pribadi karena jalan ke dalamnya cukup jauh. Untuk menuju ke sini melalui jalan masuk ke Observatorium Bosscha.

Imah Noong merupakan wisata edukasi yang ditawarkan kepada masyarakat umum untuk melakukan pengamatan benda-benda langit.

Hendro Setyanto, pemilik Imah Noong, menuturkan, Imah Noong layaknya rumah teropong biasa yang semula hanya digunakan untuk keperluan sendiri.

Namun semakin ke sini fungsinya berkembang dan menjadi daya tarik orang untuk berkunjung ke tempat ini.

“Sejarahnya sesederhana itu. Kami mulai dari tahun 2012-2014 di Lembang, kurang lebih 1,5 tahun itu untuk proses pembangunan,” ujar Hendro kepada Tribun Jabar, Senin (7/8/2017).

Kegiatan Imah Noong memiliki berbagai macam kegiatan, terdiri dari masyarakat umum, SD, SMP, SMA dan PerguruanTinggi.

Waktu untuk berkunjung kesini dapat dilakukan siang dan malam. Untuk kunjungan siang, biasa disebut noong panon poe (melihat matahari).

Lalu untuk kegiatan malam biasa menyebutnya noong bulan bentang (melihat bulan dan bintang).

Hendro mengatakan, Imah Noong juga mempunyai kegiatan full day. Hal itu dikaitkan dengan kegiatan masyarakat sekitar.

Seperti bercocok tanam, peternakan sapi dan kelinci. Ada juga home stay, kegiatan bermalam selama dua sampai tiga malam tergantung dari programnya.

“Setiap liburan ada star camp, kalau ramadan biasanya disebut ramadan star camp, jika liburan biasa dinamakan tahsin camp,” tutur Hendro.

Menurut Hendro, ia merintis Imah Noong karena background pendidikannya di bidang astronomi dan terbiasa melakukan observasi, serta meneropong benda-benda langit dan sebagai tempat untuk sharing tentang bintang dan sebagainya.

Satu di antara pengunjung yang datang, Wenny, menuturkan, Imah Noong adalah tempat yang seru untuk dikunjungi.

“Apalagi untuk acara gathering, malamnya kita bisa melihat benda-benda langit dan mendapatkan wawasan baru,” kata Wenny.

Arman, pemandu Imah Noong mengatakan, untuk dapat meneropong benda langit, sebaiknya di daerah yang belum banyak pembangunan.

“Dengan adanya Imah Noong ini diharapkan bisa mengembangkan perekonomian dan pendidikan di sini. Semakin banyak pengunjung yang datang kesini, lingkungan di sini bisa semakin maju,” kata Arman.

Tonton Video Disini

Data Video

Klip ini sudah ditengok sebanyak dibawah 1k views sejak diunggah pada Feb 3, 2018 sampai dengan 02 Maret 2018 Jam 17:20:11 WIB dan terus bertambah.
Durasi video 3:43 menit.

Majalah Cerdas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *